![Misteri Kematian Peragawati Terkenal Dietje [1980]....!!! Misteri Kematian Peragawati Terkenal Dietje [1980]....!!!| http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSVYwZEXvzbyTcK87SiiOUvnijKWaLYig9Cv_b4B5bqTEAXEi_W6JuQRt8dDF00sDd7rOFj-_9RHgR_M73lFdEeKNGvIa2fGyYYFQdyQYxWswe90Z1OcLDpVsrHyzWsai7Y_FD6pRrpvzh/s320/pak+de+dan+dietje.jpg)
Di era tahun 1980 an ada seorang peragawati ternama yang cantik bernama
Dietje yang bernama lengkap Dietje (Dice) Budimulyono/Dice Budiarsih.
Ia tewas dibunuh dengan tembakan berulang kali oleh seorang yang ahli dalam menembak kemudian mayat nya dibuang disebuah kebun karet dibilangan kalibata yang sekarang menjadi komplek perumahan DPR.
Ia tewas dibunuh dengan tembakan berulang kali oleh seorang yang ahli dalam menembak kemudian mayat nya dibuang disebuah kebun karet dibilangan kalibata yang sekarang menjadi komplek perumahan DPR.
Setelah kasus tersebut marak di media massa, Polisi akhirnya menangkap
seorang tua renta yang nama aslinya tidak diketahui dan hanya dikenal
dengan panggilan Pakde dikenal juga sebagai Muhammad Siradjudin, konon
ia adalah seorang dukun.
Yang entah dengan alasan dan motif apa yang tidak jelas ia dianggap
sebagai pembunuh Dietje. Bagi Polisi Motif tidak begitu penting karena
Polisi mengungkapkan bahwa "katanya" mereka "Memiliki bukti yang kuat".
Pak De membantah sebagai pembunuh Ditje seperti yang tercantum dalam BAP
yang dibuat polisi. Pengakuan itu, menurut Pak De dibuat karena tak
tahan disiksa polisi termasuk anaknya yang menderita patah rahang.
Ketika itu, Pak De mengajukan alibi bahwa Senin malam ketika pembunuhan
terjadi, dia berada di rumah bersama sejumlah rekannya. Saksi-saksi yang
meringankan untuk memperkuat alibi saat itu juga hadir di pengadilan.
Namun, saksi dan alibi yang meringankan itu tak dihiraukan majelis
hakim.
Akhirnya Pakde dijatuhi hukuman penjara seumur hidup namun publik saat
itu sudah mengetahui rumor bahwa Dietje menjalin hubungan asmara dengan
menantu dari orang paling berkuasa di Indonesia saat itu.
Dan tentu saja kasus seperti ini tidak akan pernah terungkap dengan
benar. Karena pemilik informasi satu-satunya kepada media atau publik
berasal dari polisi. Dan bisa jadi, publik digiring dengan sekuat
tenaga, untuk ‘meyakini’ bahwa benarlah yang membunuh Dietje adalah
Pakde.
Dietje disebutkan dipakai sebagai "Jasa" oleh seorang eks petinggi
militer yang terjun ke dunia usaha dan untuk memuluskan bisnisnya Dietje
dipakai oleh sang eks petinggi militer untuk menyenangkan menantu orang
paling berkuasa di Indonesia.
Hasil dari jasa Dietje, sang ‘jenderal’ pengusaha mendapat satu kontrak
besar pembangunan sebuah bandar udara modern. Tapi hubungan Dietje
berlanjut jauh dengan sang menantu. Ketika perselingkuhan itu ‘bocor’ ke
keluarga besar, keluar perintah memberi pelajaran kepada Dietje, hanya
saja ‘kebablasan’ menjadi suatu pembunuhan.
Dietje ditembak di bagian kepala pada suatu malam tatkala mengemudi
sendiri mobilnya di jalan keluar kompleks kediamannya di daerah
Kalibata. Pak ‘De’ Siradjuddin yang dikenal sebagai guru spiritualnya di
kambing hitamkan, ditangkap, dipaksa mengakui sebagai pelaku, diadili
dijatuhi hukuman seumur hidup dan sempat dipenjara bertahun-tahun
lamanya.
Hingga akhirnya Pak De mendapat grasi dari Presiden BJ Habibi dimana
hukuman Pak De dirubah dari seumur hidup menjadi 20 tahun di tahun 1999.
Akhirnya 27 Desember 2000 Pak De dapat meninggalkan hotel prodeo setelah
pemerintah memberikan kebebasan bersyarat. Setelah menghirup udara
bebas, Pak De lebih sering mengurusi ayam-ayamnya.
Tubuhnya telah lama layu. Kumis tebalnya juga sudah berwarna kelabu.
Kepada setiap orang kembali Pak De menyatakan: “Pak De tidak membunuh
Ditje". Pak De dalam kasus pembunuhan itu merasa menjadi kambing hitam
oleh polisi dan Polda Metro Jaya.
sumber : http://www.lintas.me
0 komentar:
Posting Komentar