RSS
Tampilkan postingan dengan label indonesia hebat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia hebat. Tampilkan semua postingan

Berapa Sih Jumlah Kekayaan Negara Kita ?

Pernahkah Anda tahu berapa jumlah kekayaan negara kita? Untuk sementara simpan dulu rasa penasaran Anda. Karena tidak akan ada yang bisa menjawabnya. Inilah gambaran umum negeri yang sering digambarkan sebagai sepotong surga didunia. Seolah-oleh kaya, tetapi tidak ada isinya. Seperti aset para pengutang BLBI yang disetor ke BPPN. Seolah-olah besar dan mampu menutup hutangnya. Namun ketika dihitung sebenarnya nilai sudah jatuh ke jurang.
Ketidakmampuan menghitung aset negara ini berkaitan erat dengan belum lengkapnya data barang milik negara sehingga tidak bisa menyusun data base. Inventarisasi barang milik negara selama ini kurang berjalan seperti yang diharapkan. Persoalan lain yang cukup menghambat adalah belum adanya persamaan persepsi dalam pengelolaan barang milik negara dan belum memadainya peraturan. Saat ini peraturan berkaitan dengan pengelolaan kekayaan negara berupa KMK No. 18/KMK.018/1999, KMK No. 470/KMK.01/1994, KMK No. 350/KMK.03/1994.

33 Prestasi Negara Indonesia di Mata Dunia

Selama ini kita memandang Negara Indonesia selalu negatif seperti (baca) Budaya Korupsi, tapi banyak hal yang mungkin belum kita ketahui bahwa Negara Indonesia memiliki Prestasi Internasional. Buktinya disini saya tuliskan ada 33 Prestasi Indonesia Di Mata Dunia, ini nyata, Dan masih banyak Prestasi Indonesia yang mendunia lainnya tapi belum kita ketahui, langsung saja kita simak 33 Prestasi Negara Indonesiadi Mata Dunia


  1. Batik Indonesia Mendunia. Batik sudah ada sejak kerajaan jaman dulu di Indonesia , dimana dulu batik merupakan kesenian/kerajinan kebudayaan keluarga kerajaan, terutama di pulau jawa. Selain itu seorang Desainer batik Nusjirwan Tirtaamidjaja (Iwan Tirta) karya-karya batiknya disukai dan dipakai oleh beberapa kepala Negara seperti Ratu Elizabeth II, Ratu Sophie dari Spanyol, Ratu Juliana dari Belanda bahkan Bill Clinton.
  2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA ! tepatnya di Blok Natuna. Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. DIKELOLA SIAPA? EXXON MOBIL! dibantu sama Pertamina.
  3. RI merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dengan luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).
  4. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia
  5.  Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hamper penduduk Indonesia (sekitar 130 juta jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.
  6. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.
  7. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.
  8. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia. Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.
  9. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).
  10. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.

7 Orang Indonesia Pertama Yang Mengguncang Dunia

Banyak diantara kita yang belum mengetahui bahwa ada banyak orang Indonesia yang mengguncang dunia karena prestasi mereka. Prestasi yang diakui bangsa lain tersebut tentunya membanggakan Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia juga patut di perhitungkan di kancah internasional. Apalagi diantara mereka ada yang merupakan orang pertama yang melakukannya di dunia. Dari sekian banyak orang Indonesia yang membanggakan, berikut 7 orang Indonesia pertama yang mengguncang dunia.
1. Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar ( ISSEMU )
Orang Indonesia pertama yang mengguncang dunia adalah sebuah tim yang tergabung dalam Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar atau ISSEMU.
Tim tersebut berhasil mendaki 7 puncak tertinggi benua di dunia yang meliputi Puncak Carstensz Pyramid di Papua Indonesia, Puncak Gunung Kilimanjaro di Afrika, Puncak Gunung Elbrus di Rusia, Puncak Gunung Vinson Massif di Antartika, Puncak Gunung Aconcagua di Argentina, Puncak Gunung Everest di Nepal, Puncak Gunung Denali di Amerika Utara. Dan anak muda berusia 20 tahunan itu secara otomatis mendapat julukan sebagai “The Seven Summiteers” gelar internasional bagi mereka yang berhasil mencapai 7 puncak tertinggi di dunia. Sebenarnya, usaha mencapai gelar ini telah dimulai oleh Almarhum Norman Edwin dan Almarhum Didiek Samsu Wahyu Triachdi yang merupakan mahasiswa pecinta alam dari Universitas Indonesia. Sayangnya, langkah mereka harus terhenti di gunung Aconcagua ketika jenazah keduanya di temukan di gunung tersebut. Dan setelah musibah itu, pendakian untuk menggapai gelar “The Seven Summiters” bagi Indonesia bagai hilang begitu saja.

Deretan Prestasi Indonesia di Kancah Internasional 2010

1. Indonesia Juara AFF Futsal Championship 2010
Timnas futsal Indonesia berhasil menggondol gelar juara di turnamen AFF Futsal Championship 2010 setelah mengalahkan Malaysia 5-0 pada grand-final di Stadim Thu Po, Ho Chi Minh City, Minggu (11/4) sore. Ini merupakan kemenangan kedua timnas Indonesia atas Malaysia pada even yang sama. Vennard Hutabarat dkk sebelumnya mencukur tim negeri jiran pukimak itu 6-0 pada laga kedua penyisihan grup

2. Indonesia Juara Umum Karate Indonesia Terbuka di Bali
Indonesia menjadi juara umum Kejuaraan Karate Indonesia Terbuka ke-2 yang berlangsung 24-25 September di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Sabtu, dengan mengumpulkan sembilan medali emas, 12 perak dan 18 perunggu.

3. Tiga Anak Indonesia juara Kompetisi Seniman Internasional 2010
Lukisan ketiga anak tersebut masuk dalam 315 lukisan terbaik dari sekitar 10.000 lukisan yang disampaikan kepada panitia. Mereka adalah siswa Ananda Visual Art School Bandung, yakni Michelle Wijaya (6) dan Ellen Setiawan (8 tahun) untuk kelompok usia di bawah 10 tahun, serta Shubham Patni (13) untuk kelompok usia 11–15 tahun.

4. Indonesia Juara 2 Festival Kebudayaan Kota Frankfurt 2010
Dalam Festival itu, kata Pensosbud KJRI Frankfutr, Mira Rochyadi kontingen Indonesia yang menampilkan kaum wanita dengan pakaian tradisional Bali dan membawa junjungan buah-buahan, memimpin barisan diikuti barisan aneka ragam busana tradisional dari berbagai daerah di Tanah Air. Mereka berjalan sepanjang dua kilometer melintasi jalan utama Kota Frankfurt. Kontingen Indonesia yang juga menampilkan Tari Barong Bali dan Tari Payung dari Sumatra Barat, melakukan atraksi di depan para juri di depan Balai Kota Frankfurt, dan mendapatkan sambutan meriah dan tepuk tangan dari ribuan penonton

Prestasi Anak Muda Indonesia

Kalangan pelajar dan mahasiswa Indonesia kini satu per satu mampu menorehkan prestasi di tingkat global. Mereka turut menduniakan Indonesia lewat karya fenomenal yang mereka ciptakan.

Se jumlah pelajar dalam negeri telah beberapa kali memenangkan ajang kompetisi di tingkat internasional. Di antara mereka ada yang sukses di bidang ilmu pengetahuan eksakta, tapi tidak sedikit di antara mereka yang berhasil menorehkan tinta emas dengan menjuarai perlombaan di bidang teknologi informasi. Mereka sukses menyingkirkan puluhan, bahkan ratusan peserta dari negara lain seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, juga China.

Firman Azhari misalnya, mahasiswa Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) ini keluar sebagai pemenang dalam International Student Conference Cyber Security for the Next Generation yang diadakan di Universitas Royal Holloway, London, (25-27/6). Lewat karya penelitiannya bertajuk “Analisis Sistem Pembayaran dan Identitas Elektronik Berbasis Near Field Communication (NFC)”, Firman sukses menggeser 14 finalis dari berbagai negara seperti Jerman, Rusia, dan AS.

Michael Adrian dan Andika Putra

Michael, yang lahir 10 Januari 1987 Siswa SMA Regina Pacis, Bogor. Dia menyumbangkan satu medali emas untuk Indonesia serta satu gelar Honorable Mention pada Olimpiade Fisika Asia (OFA) VI yang di selenggarakan di Pakanbaru, Riau, bulan April 2005 kemarin. Dengan postur tubuh tinggi dengan rambut lurus yang tersisir rapih, Michael lebih terlihat seperti seorang model ketimbang ilmuwan fisika. Memang pada mulanya, ia tidak suka pelajaran Fisika. Tapi begitu masuk SMA Regina Pacis, Michael mengaku terkesan dan merasa suka pelajaran Fisika. Ditambah dukungan dari guru dan orangtua, ia pun mulai memantapkan kaki di bidang ini.

Maria Audrey Lukito



Maria Audrey Lukito, lahir tanggal 1 Mei 1988 di Surabaya. Sejak kecil ia tumbuh seperti anak ‘normal’ lainnya. Bagi pasangan Budi Loekito dan Natalie Angela Oenarto orang tua Audrey, karunia terbesar yang dipunyai adalah memiliki anak jenius dan berbakat seperti Audrey. Sejak kecil, putri tunggal ini sudah menunjukkan bakat-bakat yang luar biasa. Di umur 16 bulan, Audrey sudah mampu mengenal abjad dengan baik, dan bisa memainkan nada-nada pada tuts kotak pensil. Dan pada usia 2 tahun sudah lancar membaca.

Stephen H Yuwono



Pelajar Indonesia kembali meraih medali emas di Olimpiade Kimia Internasional atau International Chemistry Olympiad (IChO) yang diselenggarakan di Ankara, Turki pada 9-18 Juli 2011.
Ini merupakan prestasi terbaik tim Indonesia selama keikutsertaannya dalam kompetisi yang telah digelar untuk ke-43 kalinya tersebut. Tim Indonesia meraih 2 medali emas serta 2 medali perak dan berada di urutan ke-5 dari 70 negara.
Stephen H Yuwono
Penyumbang medali emas adalah Stephen Haniel Yuwono asal SMA Negeri 1 Purwokerto dengan nilai 92.30 dan Joses Grady Nathanael, pelajar SMA Penabur Gading Serpong dengan nilai 92.01. Sedangkan peraih medali perak adalah Andhika Tangguh Pradana (87.37) dari SMA Kharisma Bangsa Tangerang, dan Alimatun Nashira (80.64) pelajar SMA 1 Teladan Yogyakarta (lihat hasil lengkapnya).

Oki Novendra



Oki Novendra, siswa kelas 1 SMAN 1 Bogor. Siswa kelahiran 6 Oktober 1993 yang hobi bermain musik dan baseball ini mencoba mempresentasikan karyanya di depan juri untuk memperebutkan medali emas dan jaminan pendidikan yang dijanjikan pemerintah sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya dalam olimpiade tingkat internasional ini.

Jasmine Mutia Salsabila



Tak pernah terbayang di benak gadis berusia 13 tahun ini berpidato langsung di depan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan di hadapan khalayak internasional pada kegiatan Millenium Development Goals (MDGs) di Bali pada akhir Maret lalu.
Penampilan gadis bernama lengkap Jasmine Mutia Salsabila pada malam itu mampu membuat orang nomor satu Indonesia tersebut terpukau menatap kemahirannya menyampaikan masalah kemiskinan dalam bahasa Inggris tanpa gugup di hadapan delegasi internasional.

Ibrahim Handoko



Banyak siswa yang bahagia ketika berhasil menyelesaikan soal matematika dengan rumus yang diajarkan gurunya. Tapi tidak begitu dengan Ibrahim Handoko. ABG berusia 15 tahun ini justru tertantang untuk mengembangkan rumus-rumus matematikanya sendiri. Bahkan rumus matematikanya diajukan dalam kompetisi "Young Scientist" di Duisburg, Jerman.

Bermain bersama adik dan mengerjakan PR matematika adalah salah satu hiburan favorit remaja asal Indonesia yang sejak SD tinggal di Duisburg mengikuti orangtua yang bertugas di sana. Ibrahim Handoko murid kelas sembilan Landfermann Gymnasium berhasil memformulasikan persamaan untuk menyelesaikan perhitungan angka piramida dengan jumlah tidak terbatas.

Kontan, temuan remaja santun yang juga aktif di berbagai kegiatan masjid ini mengundang decak kagum tidak hanya dari para pengajarnya, tapi juga dari media massa di Jerman.

Seperti yang dilansir dari situs berita jerman www.derwesten.de, pekan lalu, guru matematika dan pembimbing Ibrahim, Michael Wallau mengatakan muridnya adalah seorang yang luar biasa. “Ini adalah temuan yang luar biasa bagi seorang remaja berusia 15 tahun, terlebih lagi ia menyelesaikan persamaan ini hanya disela-sela waktu luangnya,“ ujar Wallau pada DerWesten.
Pada awalnya, Ibrahim hanya berniat membantu adik perempuannya, Kamila, yang berusia 8 tahun menyelesaikan tugas sekolah tentang berhitung piramida. Persoalan ini pada intinya adalah menghitung jumlah angka pada elemen teratas suatu piramida.

Biasanya, persoalan ini diselesaikan dengan cara menjumlahkan satu persatu angka di setiap elemen penyusun paramida sehingga ditemukan jumlah total dalam piramida tersebut. Dengan rumus temuan Ibrahim, persoalan ini bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat tanpa harus menghitung satu persatu.

"Bagi saya (rumus) itu sekarang lebih memudahkan orang," kata Ibrahim yang juga menyukai olahraga karate ini. Selain rumus untuk penjumlahan, ia juga menemukan rumus lainnya untuk tiga operasi dasar dan juga menetapkan aturan untuk kasus khusus seperti persegi dan gambar terpadu.

Biasanya, Ibrahim mulai sibuk mengutak-atik rumus matematika seusai sekolah, kemudian di depan buku aritmetika secara bertahap dia mengembangkan rumusnya. "Aku merasa lega ketika aku akhirnya berhasil menyelesaikan soal," kata anak laki-laki pendiam ini.

Ibrahim yang berminat melanjutkan studi kedokteran terhadang heran, mata pelajaran matematika tidak begitu diminati sebagian murid. "Kalian tidak bisa berada di hampir setiap situasi tanpa matematika," katanya. Bahkan, lanjutnya, tukang roti pada akhirnya akan dapat menghitung berapa banyak tepung, air dan gula yang dia butuhkan.

Teman-teman sekelasnya juga menganggap penemuannya sebagai yang terbaik. Ketika ia memperkenalkan pertama kali sebagian rumus 'ajaib'-nya di kelas, semua teman-temannya memuji. "Rumus terpendek yang paling indah," demikian komentar Michael Wallau, sang guru matematika.

Berkat penemuannya ini, Ibrahim menjadi salah satu nominator peneliti remaja terbaik tahun ini di Jerman. Selain itu, putra pasangan Budi Handoko dan Nuningsih ini, juga terpilih sebagai matematikawan terbaik dan berhak mewakili distriknya dalam olimpiade matematika "Young Scientist".

Banyak dari mahasiswa usia 15-20 tahun yang berharap ikut ambil bagian dalam kompetisi di tingkat negara bagian itu. Para peserta diuji oleh sebuah panel yang terdiri dari guru, dosen universitas dan para pakar dari pelbagai perusahaan.

Matematikawan Ibrahim mengaku cukup pede sebelum kompetisi. "Apa yang saya lakukan cukup mudah dimengerti, ada eksperimen lebih menarik, seperti dalam kimia," katanya. Bahkan kalau pun ia hanya bermodal pena dan kertas untuk mempresentasikan gagasannya, ia ingin tampil di hadapan para juri di Institut ThyssenKrupp semenarik mungkin.

"Saya berharap bahwa bisa menang, tapi hal ini tidak harus selalu (menang)," katanya merendah. "Aku ingin menunjukkan bahwa ada orang Indonesia yang menarik dalam masyarakat Jerman."



sumber : http://shiningstar94.blogspot.com/

Remaja Indonesia Buktikan Diri Lewat Prestasi

Pada bulan Mei yang lalu, kita mendengar kabar gembira bahwa sejumlah remaja peneliti dari Indonesia meraih prestasi dalam Asia Pacific Conference of Young Scientists di Palembang, Sumatra Selatan. Mereka merebut delapan medali —tiga medali emas, dua perak, tiga perunggu— dan penghargaan khusus dalam lomba karya ilmiah remaja.

Tidak sedikit pula remaja Indonesia yang sudah terbukti mampu mengukir nama di berbagai penghargaan sains internasional. Karya tulis ilmiah pelajar-pelajar berprestasi tersebut adalah bukti bahwa putra-putri bangsa Indonesia punya kapasitas atau mumpuni.

Di samping segi kecakapan ilmu dan pengetahuan, kunci dapat berprestasi juga ada pada kepedulian. Ini contoh yang ditunjukkan tim SMA Tarsisius 1 Jakarta dalam penghargaan Intel International Science and Engineering Fair (ISEF) 2013 beberapa waktu yang lalu.

Jovita Nathania, Rosinta Handinata, serta Maria Christina Yolenta Lestari, membuat metode belajar baru soal terumbu karang secara menarik dengan memodifikasi permaian kartu uno.

Atas kreativitas mereka, maka Consortium for Ocean Leadership—sebuah lembaga nonprofit di Washington DC yang menaungi 102 institusi riset kelautan di Amerika Serikat—mengganjar dengan penghargaan khusus sebagai salah satu proyek kepedulian kelautan terbaik, hadiah senilai USD1.000.

remaja,pariwisata, bandung


"Namun, sekitar 31,5 persen dari karang Indonesia telah rusak, terutama disebabkan oleh aktivitas manusia. Sulitnya pemerintah kurang memperhatikan pendidikan kelautan, masih juga sedikit yang memiliki kurikulum dengan topik kelautan dan materi pengajaran pun terbatas bagi anak-anak sekolah," ujar Jovita. Mereka menyadari jadi perlu cara yang kreatif menciptakan kesadaran melestarikan laut di kalangan anak-anak sekolah untuk melengkapi bahan pelajaran sekolah yang ada.

Arthur Irawan



Orang Indonesia pertama yang mengguncang dunia adalah Arthur Irawan. Remaja Indonesia berusia 19 tahun itu adalah seorang pemain sepakbola di klub Segunda Espanyol B dengan posisi sebagai Bek Kanan maupun Gelandang Tengah. Espanyol melihat bakat remaja dengan tinggi badan 1,75 Meter ini ketika Arthur masih memperkuat klub amatiran di Inggris, Lytham Town.

16 Tahun Kuasai 14 Bahasa

Gayatri Wailissa

Jika anda menyaksikan tayangan Kick Andy tadi malam (Jumat, 19 Juli 2013 pukul 21.30) yang mengangkat tema “Inspirator Muda Indonesia” sungguh sangat menginspirasi siapa saja yang menontonya. Hampir setiap tayangan dari kick Andy ini memang selalu menginspirasi siapa saja yang menonton.
Pada kesempatan tayangan tadi malam, Kick Andy menampilkan seorang remaja berusia 16 tahun tapi sudah menguasai 14 bahasa Asing. Dialah Gayatri Wailissa, seorang anak pedagang kaki lima dari Ambon yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di Dunia Internasional.